1. Lawatan ke Jepang (29–31 Maret 2026)
Fokus utama di Tokyo adalah penguatan kemitraan strategis dan peran kedua negara sebagai penjaga stabilitas kawasan.
- Pertemuan dengan Kaisar Naruhito: Presiden Prabowo diterima di Istana Kekaisaran Tokyo (Imperial Palace) pada 30 Maret sebagai tamu kehormatan.
- Pertemuan Bilateral dengan PM Sanae Takaichi: * Keamanan & Perdamaian: Kedua pemimpin sepakat menjadi mediator dan memfasilitasi deeskalasi konflik global yang tengah memanas.
- Ekonomi & Tenaga Kerja: Disepakati 11 perjanjian kerja sama ekonomi. Jepang berkomitmen meningkatkan kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk belajar dan magang di berbagai sektor industri Jepang.
- Investasi: Pembahasan mengenai keberlanjutan proyek infrastruktur strategis dan teknologi ramah lingkungan.
2. Lawatan ke Korea Selatan (31 Maret – 2 April 2026)
Kunjungan ke Seoul menandai babak baru hubungan bilateral yang lebih intim melalui penghargaan tertinggi dan kerja sama praktis.
- Penghargaan “The Grand Order of Mugunghwa”:
- Dianugerahkan langsung oleh Presiden Lee Jae-myung di Istana Kepresidenan pada 1 April 2026.
- Ini adalah penghargaan nasional tertinggi Korea Selatan bagi kepala negara sahabat yang berjasa luar biasa bagi pembangunan dan keamanan Korea Selatan.
- Kesepakatan Strategis (MoU):
- Industri Pertahanan: Melanjutkan kolaborasi jet tempur KF-21 Boramae dan kerja sama kapal selam.
- Teknologi & Energi: Penandatanganan kerja sama di bidang Kecerdasan Buatan (AI), energi nuklir untuk tujuan damai, pembuatan kapal, serta transisi energi hijau.
- Ekonomi: Penguatan status kemitraan menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.






